Sebuah keluarga miskin yang hidup menderita ditengah masyarakat. Yang
di tinggal oleh seorang suami karena telah meninggal dunia.
Meninggalkan dua orang anak laki-laki.
Pada pagi hari, ibu bangun dari tidur. Memasak untuk sarapan pada
waktu itu. Saat akan sarapan ada satu anak dari keluarga itu yang tidak
mau makan makanan yang telah disiapkan. Dan anak pun berkata, “Makanan
apaan ini, tiap hari selalu lauknya ini-ini terus”. Dan pergi
meninggalkan rumah. Perasaan ibu sangat sakit saat anak tersebut berani
berbicara di depanya.
Anak yang meninggalkan rumah itu, diluar Cuma bersenang-senang dengan
temanya. Sedangkan anak yang satunya berbakti kepada ibunya.
Di dalam rumah ibu berkata, “Nak, kamu jangan mencontoh perilaku
kakakmu. Seperti itu telah membuat hati ibu sakit”. Anak menjawab, “Ya
ibu, aku akan berbakti kepada ibu”. Anak yang berbakti itu membatu
ibunya untuk bekerja demi makan.
Hari pun telah berganti malam, dan anak yang pergi meninggalkan rumah
tak pulang-pulang. Ibu menanyakan kepada tetangga, “Tadi lihat anak
saya yang nomor satu tidak?. Tetangganya berkata, “Tidak bu, coba tanya
kepada yang lainya”. Dan sang ibu pun terus bertanya ketetangga yang
lain, namun jawabanya tetap sama. Dalam batinya, “Ya tuhan, mudah-mdahan
tidak terjadi apa-apa terhadap anaku”. Walau hari telah malam, ia tetap
mencarinya.
Pada suatu ketika, ia melihat banya orang yang berkumpul di pinggir
jalan. Lantas ia pun mendekati ke kerumunan tersebut dan menanyakan
kepada salah satu orang, “Ini ada apa?”. “Ada kecelakaan ibu” jawab
orang itu. Dan ibu terus mendekat, membuka kain yang menyelimuti tubuh
seseorang. Saat di buka, dengan terkejutnya ibu tersebut tidak menyangka
bahwa yang dilihat adalah anaknya sendiri. Ia pun menangis, karena
telah di tinggalkan salah satu keluarganya lagi setelah di tinggalkan
suaminya.
Pada waktu itu, anak itu terus di bawa pulang dan segera di makamkan.
tangisan seorang ibu
Diposting oleh
Unknown
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar